
Jakarta – Jenderal Listyo Sigit Prabowo merupakan Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang tengah menjabat saat ini. Jenderal Listyo Sigit Prabowo lahir pada 5 Mei 1969 di Ambon, Maluku. Karier di kepolisian mulai ditempuhnya setelah lulus dari Akademi Kepolisian pada 1991.
Sebelum menjadi seorang Kapolri, Listyo sempat menduduki beberapa posisi penting dalam kepolisian. Kariernya beranjak naik ketika diangkat menjadi Kapolres Pati pada tahun 2009. Namun, Listyo sempat dimutasi untuk bertugas di Sukoharjo sebagai Kapolres pada 2010. Listyo kemudian dipindah tugaskan untuk menjadi Wakapolrestabes Semarang di tahun yang sama.
Setahun kemudia, ia kembali ditunjuk sebagai Kapolres, kini untuk wilayah Surakarta. Tidak lama setelah itu, ia kembali mendapat surat pemindahan tugas untuk menjadi Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri di tahun 2012, lalu Dirreskrimum Polda Sulawesi Tenggara pada 2013.
Pada tahun 2014, Listyo juga mendapat kepercayaan untuk menjadi Ajudan Presiden Joko Widodo. Sebelum akhirnya menjabat sebagai Kapolda Banten di tahun 2016 silam. Kariernya melejit ketika telah berpangkat Irjen di tahun 2018, pada saat itu dirinya tengah menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.
Hanya butuh waktu setahun, Listyo Sigit langsung naik pangkat menjadi Komjen, setelah ditunjuk sebagai Kabareskrim Polri di tahun 2019.
Sampai pada puncaknya terjadi di tahun 2021, ketika Listyo Sigit Prabowo dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Joko Widodo untuk menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis, Rabu (27/1/2021).
Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sebagai Kapolri, telah menangani sejumlah kasus besar dan signifikan sepanjang kariernya, terutama setelah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia pada tahun 2021. Berikut adalah beberapa kasus besar yang pernah ditanganinya :
Kasus Pembunuhan Brigadir J (Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat)
Salah satu kasus yang paling disorot selama masa jabatannya adalah pembunuhan Brigadir J yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo. Kasus ini menarik perhatian nasional karena adanya dugaan konspirasi dan rekayasa kasus di internal Polri.
Pengungkapan Jaringan Narkoba Internasional
Di bawah kepemimpinan Listyo Sigit, Polri berhasil mengungkap sejumlah jaringan narkoba internasional, termasuk penyitaan narkoba jenis sabu dalam jumlah besar yang melibatkan jaringan dari Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Kasus Penangkapan Djoko Tjandra
Listyo Sigit juga terlibat dalam penangkapan buronan kelas kakap, Djoko Tjandra, yang sempat buron selama bertahun-tahun terkait kasus korupsi hak tagih Bank Bali. Penangkapan Djoko Tjandra menjadi sorotan karena melibatkan aparat penegak hukum yang korup.
Kasus Terorisme dan Penangkapan Tokoh Jamaah Islamiyah
Polri di bawah Listyo Sigit juga gencar menangani kasus terorisme, termasuk penangkapan tokoh Jamaah Islamiyah dan jaringan teroris lainnya yang aktif di Indonesia.
Kasus Korupsi Dana Bansos COVID-19
Polri turut terlibat dalam pengungkapan kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) COVID-19 yang menjerat beberapa pejabat publik, termasuk eks Menteri Sosial Juliari Batubara.
Pemberantasan Pinjaman Online Ilegal
Pada masa kepemimpinan Listyo Sigit, Polri aktif memberantas pinjaman online (pinjol) ilegal yang meresahkan masyarakat. Banyak kasus penipuan pinjol yang diungkap oleh Polri dan ditindak tegas.
Kasus Penangkapan Munarman (Eks Sekretaris FPI)
Listyo Sigit juga memimpin penanganan kasus terorisme yang menjerat Munarman, mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), yang ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam kegiatan terorisme.
Penindakan terhadap Mafia Tanah
Polri, di bawah kepemimpinan Listyo Sigit, meningkatkan penanganan terhadap mafia tanah, termasuk beberapa kasus besar yang melibatkan tokoh-tokoh terkenal dan merugikan masyarakat luas.
Kasus Penanganan Pelanggaran Protokol Kesehatan oleh HRS (Habib Rizieq Shihab)
Penangkapan dan persidangan Habib Rizieq Shihab terkait pelanggaran protokol kesehatan selama pandemi COVID-19 juga menjadi salah satu kasus besar yang dihadapi Listyo Sigit Prabowo.
Pengamanan Pemilu 2024
Meski baru berlangsung, Listyo Sigit Prabowo juga terlibat dalam persiapan pengamanan Pemilu 2024, mengingat ancaman politik, keamanan, dan potensi gangguan selama proses demokrasi ini berlangsung.
Kasus-kasus ini menunjukkan kapasitas Listyo Sigit Prabowo dalam menangani berbagai jenis kejahatan, mulai dari kriminalitas umum, korupsi, terorisme, hingga kejahatan yang melibatkan pejabat tinggi dan tokoh masyarakat.*



